Loading...
NASIONAL.INFO - #AKSI 212 UMMAT ISLAM HARUS BAIAT, SATU KOMANDO PADA HABIB RIZIEQ
Karman BM /
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP-GPII)
Aksi Bela Islam 3 Tinggal hitung hari. Beberapa kontak person elemen gerakan bertanya Bagaimanakah design aksi itu nanti. Apakah akan Berakhir Dengan parade bendera dan damai, atau Berakhir sebaliknya, terjadi chaos bahkan puncaknya terjadi Perubahan Politik dan pergantian kekuasaan?
Beredar undangan undangan Konsolidasi sana sini, yang punya varian tuntutan bermacam macam. Bahkan Kapolri telah lebih dulu menuduh ada upaya makar.
Yang jelas semua kemungkinan bisa terjadi seperti yang disampaikan Bang Joko Edhi dalam pesan berantainya.
Mengingat simpan siur itu kami ingin ingatkan beberapa hal :
1) Kalimat bijak dari Umar Bin Khattab, "Islam Tidak ada tanpa jamaah, jamaah Tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan, Tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan, Dan Tidak ketaatan tanpa adanya baiat"
Kalimat bijak dari Ali Bin Abu Thalib, "Kebaikan tanpa manajemen yang rapi, akan kalah oleh Kebathilan yang dikelola Dengan baik"
2) Kami ingatkan pada ummat Islam, untuk selalu Ikuti komando dan arahan Habib Rizieq, berbait padanya, dalam aksi ini, beliaulah pemimpin kita semua. Karena ini hal yang sangat penting dan untuk menghindari upaya pecah belah.
3) Kami, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) seperti aksi Bela Islam sebelumnya, menyiapkan markas besar kami Di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta pusat sebagai Tempat transit untuk beristirahat, yang terletak hanya 250 meter dari epicentrum aksi.
4) Aksi ini adalah dalam rangka membela agama, negara dan meminta aparat hukum segera tangkap Ahok serta Memberikan tazkirah, peringatan pada penguasa dan penegak hukum untuk berlaku adil.
Tidak membabi buta bela Ahok dengan tuduhan makar, anti kbhinekaan, anti NKRI dan anti Pancasila Pada umat Islam. Sesungguhnya yang anti Kbhinekaan dan intoleran adalah Ahok sendiri yang secara serampangan menafsir surah Al Maidah 51 dan menghina ulama
Kami tegaskan sekali lagi berdirinya Republik ini atas peran besar Kiai, ulama, santri dan umat Islam serta NKRI bagi kami adalah harga mati.
5) Dan Semoga Allah selalu anugrahi Hidayah dan 'Inayah Nya bagi bangsa ini dan para mujahiddin pembela Al Qur' an di beri kemenangan oleh Allah SWT.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Merdeka!!!
Jakarta, 27 Nopember 2016
Karman BM /
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP-GPII)
Aksi Bela Islam 3 Tinggal hitung hari. Beberapa kontak person elemen gerakan bertanya Bagaimanakah design aksi itu nanti. Apakah akan Berakhir Dengan parade bendera dan damai, atau Berakhir sebaliknya, terjadi chaos bahkan puncaknya terjadi Perubahan Politik dan pergantian kekuasaan?
Beredar undangan undangan Konsolidasi sana sini, yang punya varian tuntutan bermacam macam. Bahkan Kapolri telah lebih dulu menuduh ada upaya makar.
Yang jelas semua kemungkinan bisa terjadi seperti yang disampaikan Bang Joko Edhi dalam pesan berantainya.
Mengingat simpan siur itu kami ingin ingatkan beberapa hal :
1) Kalimat bijak dari Umar Bin Khattab, "Islam Tidak ada tanpa jamaah, jamaah Tidak ada jamaah tanpa kepemimpinan, Tidak ada kepemimpinan tanpa ketaatan, Dan Tidak ketaatan tanpa adanya baiat"
Kalimat bijak dari Ali Bin Abu Thalib, "Kebaikan tanpa manajemen yang rapi, akan kalah oleh Kebathilan yang dikelola Dengan baik"
2) Kami ingatkan pada ummat Islam, untuk selalu Ikuti komando dan arahan Habib Rizieq, berbait padanya, dalam aksi ini, beliaulah pemimpin kita semua. Karena ini hal yang sangat penting dan untuk menghindari upaya pecah belah.
3) Kami, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) seperti aksi Bela Islam sebelumnya, menyiapkan markas besar kami Di Jalan Menteng Raya 58 Jakarta pusat sebagai Tempat transit untuk beristirahat, yang terletak hanya 250 meter dari epicentrum aksi.
4) Aksi ini adalah dalam rangka membela agama, negara dan meminta aparat hukum segera tangkap Ahok serta Memberikan tazkirah, peringatan pada penguasa dan penegak hukum untuk berlaku adil.
Tidak membabi buta bela Ahok dengan tuduhan makar, anti kbhinekaan, anti NKRI dan anti Pancasila Pada umat Islam. Sesungguhnya yang anti Kbhinekaan dan intoleran adalah Ahok sendiri yang secara serampangan menafsir surah Al Maidah 51 dan menghina ulama
Kami tegaskan sekali lagi berdirinya Republik ini atas peran besar Kiai, ulama, santri dan umat Islam serta NKRI bagi kami adalah harga mati.
5) Dan Semoga Allah selalu anugrahi Hidayah dan 'Inayah Nya bagi bangsa ini dan para mujahiddin pembela Al Qur' an di beri kemenangan oleh Allah SWT.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Merdeka!!!
Jakarta, 27 Nopember 2016
Loading...


