Loading...
NASIONAL.INFO - Kemunculan situs ahokfornobel.com menimbulkan banyak pertanyaan. Entah darimana asalnya, tiba-tiba saja muncul situs yang mengajak masyarakat untuk mendukung seorang penista Al Quran memperoleh penghargaan nobel perdamaian.

Dalam situs itu, antara lain disebutkan Ahok merupakan tokoh politik yang unik dan sangat populer. Ahok dikenal sebagai politisi bersih yang terus berjuang melawan korupsi untuk membuat Jakarta menjadi kota metropolitan yang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia.
Ahok juga dinilai sejalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal sebagai pemimpin bersih dan sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai seorang Kristen keturunan Tionghoa yang memimpin ibu kota negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Ahok adalah simbol toleransi, keragaman, harmoni, dan perdamaian bagi seluruh warga negara Indonesia.
"Ahok merupakan kebanggaan Indonesia. Dia mewujudkan semboyan nasional Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai pemimpin non-Muslim, Ahok adalah target kelompok garis keras yang terus mengancamnya dan berusaha menjatuhkannya. Meski demikian, Ahok terus berjuang untuk Jakarta dan Indonesia dalam melawan korupsi, sekaligus membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik bagi warganya," demikian situs tersebut.
Semua keterangan yang disebut itu pun sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini. Untuk diketahui, saat ini Ahok sedang menjadi tersangka kasus penistaan Al Quran. Selain itu, Ahok juga dianggap melakukan pelanggaran HAM berat karena sikapnya yang melakukan aksi penggusuran warga sepihak.
Perlu diketahui, bahwa pengajuan seorang nominasi nobel hanya bisa dilakukan oleh anggota akademi. Seperti dijelaskan pada situs resminya di https://www.nobelprize.org/nomination/ , disebutkan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian diberikan oleh sebuah komite dari lima orang yang dipilih oleh Storting Norwegia (Parlemen Norwegia). Dari komite ini, lahir nama-nama yang dikenal dunia karena komitmennya dalam perdamaian.
Keberadaan laman ahokfornobel.com pun dianggap sebagai propaganda murahan dari pendukung mantan Bupati Belitung Timur atau biasa disebut Ahoker.
“Situs Ahok for Nobel di mana bisa mengisi warga bisa mengisi dukungan di situs itu bagian propaganda murahan dari Ahoker,” kata aktivis politik Ahmad Lubis kepada suaranasional, Senin (19/12).
Kata Lubis, setelah ada dukungan di situs tersebut, Ahoker akan merilis ke media bahwa seorang Ahok layak mendapatkan Nobel. “Polanya mirip pengumpulan KTP yang katanya mencapai satu juta tetapi ikut partai politik bukan jalur independen,” jelas Lubis.
Lubis mengatakan, Ahok tidak layak mendapatkan Nobel karena perilakunya merusak kebhinnekaan dan menindas rakyat kecil. “Menggusur dan menindas, Ahok tak layak dapat Nobel,” pungkasnya.

Dalam situs itu, antara lain disebutkan Ahok merupakan tokoh politik yang unik dan sangat populer. Ahok dikenal sebagai politisi bersih yang terus berjuang melawan korupsi untuk membuat Jakarta menjadi kota metropolitan yang sejajar dengan kota-kota besar lainnya di dunia.
Ahok juga dinilai sejalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikenal sebagai pemimpin bersih dan sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai seorang Kristen keturunan Tionghoa yang memimpin ibu kota negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Ahok adalah simbol toleransi, keragaman, harmoni, dan perdamaian bagi seluruh warga negara Indonesia.
"Ahok merupakan kebanggaan Indonesia. Dia mewujudkan semboyan nasional Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Sebagai pemimpin non-Muslim, Ahok adalah target kelompok garis keras yang terus mengancamnya dan berusaha menjatuhkannya. Meski demikian, Ahok terus berjuang untuk Jakarta dan Indonesia dalam melawan korupsi, sekaligus membuat Jakarta menjadi kota yang lebih baik bagi warganya," demikian situs tersebut.
Semua keterangan yang disebut itu pun sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini. Untuk diketahui, saat ini Ahok sedang menjadi tersangka kasus penistaan Al Quran. Selain itu, Ahok juga dianggap melakukan pelanggaran HAM berat karena sikapnya yang melakukan aksi penggusuran warga sepihak.
Perlu diketahui, bahwa pengajuan seorang nominasi nobel hanya bisa dilakukan oleh anggota akademi. Seperti dijelaskan pada situs resminya di https://www.nobelprize.org/nomination/ , disebutkan bahwa Hadiah Nobel Perdamaian diberikan oleh sebuah komite dari lima orang yang dipilih oleh Storting Norwegia (Parlemen Norwegia). Dari komite ini, lahir nama-nama yang dikenal dunia karena komitmennya dalam perdamaian.
Keberadaan laman ahokfornobel.com pun dianggap sebagai propaganda murahan dari pendukung mantan Bupati Belitung Timur atau biasa disebut Ahoker.
“Situs Ahok for Nobel di mana bisa mengisi warga bisa mengisi dukungan di situs itu bagian propaganda murahan dari Ahoker,” kata aktivis politik Ahmad Lubis kepada suaranasional, Senin (19/12).
Kata Lubis, setelah ada dukungan di situs tersebut, Ahoker akan merilis ke media bahwa seorang Ahok layak mendapatkan Nobel. “Polanya mirip pengumpulan KTP yang katanya mencapai satu juta tetapi ikut partai politik bukan jalur independen,” jelas Lubis.
Lubis mengatakan, Ahok tidak layak mendapatkan Nobel karena perilakunya merusak kebhinnekaan dan menindas rakyat kecil. “Menggusur dan menindas, Ahok tak layak dapat Nobel,” pungkasnya.
Loading...

