-->

TOP-LEFT ADS

Sabtu, 14 Januari 2017

Sedikit-Sedikit Jual Saham, Mentri BUMN Kapitalis Sejati

Loading...
NASIONAL.INFO - Anggota Komisi VI DPR, Zulfan Lindan menyebut, sosok Menteri BUMN Rini Soemarno yang kerap berpikir liberal mencerminkan pola pikir seperti sebuah perusahaan sekuritas di pasar modal yang hanya maunya menjual saham perusahaan pelat merah itu.

“Apalagi saat ini tahu-tahu sudah ada PP Nomor 72/2016 mengganti PP 44 soal Penyertaan Modal Negara (PMN). Sehingga potensi privatisasi BUMN akan lebih besar,” ungkap Zulfan saat diskusi Smart FM, di Gado-Gado Boplo, Jakarta, Sabtu (14/1).

Menurutnya, pola pikir Menteri BUMN tak seperti pejabat negara, tapi seperti dunia usaha yang selalu melihat bagaimana menjual BUMN.

“Sehingga, Rini hanya berpikir saham man yang bisa dijual. Ini layaknya perusahaa sekuritas. Karena pola pikirnya seperti BUMN ini bagai warisan. Jika tak ada duit, langsung (BUMN) dijual,” ujarnya.

Sebelumnya juga ditempat berbeda Ketua Komisi VI DPR RI, Hafidz Tohir menyatakan, Menteri BUMN adalah kapitalis sejati. Hal itu dikarenakan keinginan Rini untuk memberikan kesempatan kepada warga negara asing menjadi dirut BUMN.

“Rini lebih menguatkan dugaan kami bahwa beliau benar sebagai kapitalis sejati, suatu saat kekayaan negara akan terprivatisasi kepada swasta bahkan asing! Bahaya!!,” kata Hafidz di Jakarta, Selasa (16/12).
Ketika ditanya, apakah penunjukan warga negara asing itu sama dengan menjaul bangsa ini kepada asing. politisi PAN itu, tidak menyebutkan secara spesifik.

“Tidak spesifik menjual negara namun orang asing itu sudah pasti tidak paham UUD 45, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan sosio-cultural bangsa, sehingga akan punya benturan yang keras ketika dia akan mengambil keputusan-keputusan strategis nasional terkaitan nasional NKRI dimana azas pendirian BUMN adalah memberi kesempatan kepada perusahaan pemerintah untuk menguasai jalur ekonomi dan perdagangan agar negara dapat memiliki kesempatan untuk menambah kekuatan fiskal dengan menambah arus kas negara. Nah ini tidak mungkin dilakukan jika dirut BUMN itu bukan seorang nasional,” kata Hafidz.(aktual/WA)
Loading...
Back To Top