-->

TOP-LEFT ADS

Kamis, 24 November 2016

Ini Ulama dan Cendekiawan yang di-Bully Netizen Sebagai 'Buntut' Kasus Ahok

Loading...
NASIONAL.INFO - Kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menarik banyak kalangan, tak terlebih ulama dan cendekiawan, kendati tak semua satu suara dalam menyikapi persoalaan ini.

Sayangnya, perbedaan sikap itu membuat mereka menjadi bahan bully-an di media sosial orang atau pihak pihak-pihak yang merasa tak senang atau memiliki kepentingan tertentu.  Berikut sejumlah ulama dan cendekiawan yang menjadi bahan perundungan di media sosial.

KH Ma'Ruf Amin

Ketua MUI Ma'ruf Amin menjadi bahan rundungan setelah foto pernikahannya diunggah ke media sosial.  Pengamat politik sekaligus Dewan Pengawas kantor berita Antara Boni Hargens yang mengunggah foto tersebut telah meminta maaf.

Menurutnya, pengunggahan foto dan tulisan tersebut hanyalah salah teknis.  "Saya minta maaf untuk salah teknis terkait foto nikah pimpinan MUI. Foto msk ke HP saya dari WA yang dikirim Bung Bithor.Kepencet 'share' saat mau disave," ujarnya.

Sebelumnya pada Selasa pagi, Boni Hargens mengunggah foto lama pernikahan Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Twitter, Selasa (22/11). Tak hanya itu, di dalam foto tersebut juga terdapat tulisan,
Kicauan Alissa Wahid.
"Kami ucapkan selamat kepada Bapak Wakil Ketua MUI Ma'ruf Amin yang berusia 73 tahun. Hari ini menikahi wanita cantik Wury Estu Handayani, yang berusia 30 tahunan semoga kedua mempelai berbahagia dan langgeng sampai akhir hayat. Amin Yra."

Ma'ruf Amin merupakan salah satu sosok yang berpengaruh dalam keluarnya putusan MUI tentang Ahok. Dalam putusan itu Ahok dianggap telah menistakan agama.

Ma'ruf Amin mengaku tenang meski di-bully oleh pengguna media sosial terkait pernikahannya beberapa tahun yang lalu dengan perempuan yang usianya relatif lebih muda.

"Ada-ada saja. Itu memang bagian dari risiko memimpin MUI," kata Ma'ruf dalam sambutannya di acara Rakernas II MUI periode 2015-2020 di Ancol, Jakarta, Rabu.

Sejumlah akun lain juga mengejek Ma'ruf Amin terkait pernikahannya tersebut.

KH Mustofa Bisri

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Mustofa Bisri mengkritik rencana aksi shalat Jumat di jalan yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. Ia mengaku belum memperoleh landasan pelaksanaan shalat jumat di Jalan.

“Aku dengar kabar di Ibu Kota akan ada Jum’atan di Jalan Raya. Mudah-mudahan tidak benar,” kata Gus Mus lewat cicitannya di Twitter, Rabu (23/11).

“Kalau benar, wah dalam sejarah Islam sejak zaman Rasulullah SAW baru kali ini ada Bid'ah sedemikian besar. Dunia Islam pasti heran,” Gus Mus melanjutkan kicauannya.

Tak semua pihak suka dengan pernyataan Gus Mus. Salah satu warganet bahkan ada yang melontarkan kata kasar dengan menyebut 'Bid'ah Ndasmu'

KH Aa Gym

Pemimpin pondok pesantren Daarut Tauhid ini merupakan salah satu yang mendukung aksi demo 4 November dan meminta agar Ahok diadili. Namun tak semua orang suka dengan sikapnya tersebut.  Sejumlah warganet bahkan merundungnya yang memiliki istri dua. Ada juga yang menyebutnya dengan ustaz sinis.

Syafii Maarif

Mantan Ketum PP Muhammadiyah Syafii Maarif mendapat perundungan setelah sikapnya yang menilai Ahok tidak menistakan agama.

Tak sedikit warganet yang membagikan foto saat Ahok makan bersama dengan Buya Syafii dan memberikan komentar-komentar negatif, seperti 'Pak tua jangan membodohi diri sendiri' atau menyebutnya hendak memecah belah umat Islam.

Amien Rais

Tokoh senior Muhammadiyah dan juga Partai Amanat Nasional Amien Rais merupakan sosok yang secara tegas meminta agar Ahok diadili. Ia menganggap Ahok telah menistakan agama terkait dengan pernyataannya mengutip surat Al Maidah 51.

Namun sejumlah warganet pun tak segan memaki Amin Rais atas sikapnya. Salah satunya menyebut Amin Rais pecundang. Ada juga yang berkicau dengan nada sangat provokatif, "Ahok-Djarot hanya bisa dikalahkan oleh kuasa Tuhan YME, bukan dari mulut tua bangka Amin Rais." [republika]
Loading...
Back To Top